7cloud.asia – Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI hingga saat ini tidak pernah memperoleh informasi apapun, terkait relokasi sebagian dari 2 juta penduduk Gaza ke Indonesia.
Sebelumnya informasi relokasi 2 juta warga Gaza ke Indonesia beredar luas di media sosial. Relokasi ini disebut sebagai salah satu bagian dari upaya rekonstruksi Gaza pasca tercapainya gencatan senjata.
“Pemerintah menghindari berspekulasi tentang isu (relokasi warga Gaza, red) tersebut tanpa adanya informasi yang lebih jelas,” demikian disebutkan dalam keterangan tertulis Kemenlu yang diterima Selasa (21/1/2025)
Kemenlu menegaskan, sikap Indonesia tetap tegas dengan posisi segala upaya untuk memindahkan warga Gaza tidak dapat diterima.
Baca: Indonesia tekankan pentingnya pemulihan segera di Gaza
Upaya untuk mengurangi penduduk Gaza hanya akan mempertahankan pendudukan ilegal Israel atas wilayah Palestina dan sejalan dengan strategi yang lebih besar yang bertujuan untuk mengusir orang Palestina dari Gaza.
Ditegaskan, gencatan senjata di Gaza harus menjadi momentum untuk memulai dialog dan negosiasi guna mewujudkan solusi dua negara Israel dan Plaestina.
“Hal ini sesuai hukum internasional dan parameter internasional yang telah disepakati,” demikian Kemenlu mengakhiri pernyataannya
Seperti diketahui, gencatan senjata mulai diberlakukan di Gaza pada Minggu (19/1/2025) waktu setempat.
Baca: Gencatan senjata mulai diberlakukan
Kemenlu menyatakan, implementasi kesepakatan gencatan senjata tersebut harus dilaksanakan segera dan secara menyeluruh demi terhentinya korban jiwa di Gaza.
Indonesia menekankan pentingnya pemulihan kehidupan masyarakat di Gaza melalui akses penuh penyaluran bantuan kemanusiaan, termasuk pemulihan peran UNRWA, serta rekonstruksi Gaza.
Perdamaian di Palestina tidak dapat dicapai tanpa penghentian penjajahan Israel, serta berdirinya Negara Palestina yang merdeka dan berdaulat, sesuai solusi dua negara.
Selain pertukaran sandera dan tahanan, gencatan senjata juga memungkinkan masuknya bantuan kemanusiaan ke Gaza.
Gencatan senjata ini juga mengakhiri perang yang telah berlangsung 15 bulan dan menewaskan lebih dari 47.000 warga Palestina.

Leave a Reply