Desain Biofilik: Salah Satu Jalan Menuju Kota Rendah Emisi

Written by

in

7cloud.asia – Desain biofilik dan berkelanjutan yang canggih belakangan makin mendapat perhatian apalagi saat dunia gencar mengampanyekan kebijakan ramah lingkungan dan rendah emisi.

Para arsitek dan pengembang makin menyadari peran desain biofilik yang menentukan dalam mencapai tujuan net-zero carbon atau rendah emisi.

Pendekatan desain biofilik lebih dari sekadar pengurangan emisi, lebih dari itu juga meningkatkan kualitas hidup sebuah kota dengan penghuninya.

Ini karena desain biofilik menghubungkan manusia sebagai penghuni kota/bangunan dengan alam, sekaligus mengoptimalkan cahaya dan meningkatkan kualitas udara sekaligus mengurangi penggunaan energi.

Desain biofilik yang berkelanjutan dan canggih dapat mengurangi konsumsi material berdampak tinggi seperti kaca dengan emisivitas rendah (Low-E), isolasi berkinerja tinggi, dan sistem ramah lingkungan.

Fitur-fitur ini menjadikannya penting untuk proyek-proyek sadar iklim. Berinvestasi dalam strategi ramah lingkungan ini akan mendorong masa depan yang lebih harmonis bagi manusia dan planet ini.

Baca: Desain Biofilik menghadirkan alam ke dalam bangunan

Banyak pakar menyebut desain biofilik merupakan tahap tingkat lanjut dalam arsitektur modern.

Desain biofilik berkembang jauh melampaui penambahan penghijauan pada lanskap perkotaan. Arsitek masa kini menciptakan ekosistem di dalam bangunan untuk membantu menumbuhkan manfaat penting alam di kawasan perkotaan yang padat.

Para ahli percaya peralihan ke arsitektur biofilik dapat mendorong keberlanjutan dengan memasukkan proses alami ke dalam ruang sehari-hari, membantu mengatasi tantangan perkotaan seperti kelangkaan sumber daya dan terbatasnya akses ke kawasan hijau.

Melalui fitur-fitur inovatif seperti dinding hidup yang sarat tanaman, taman di puncak gedung, ataupun koridor hijau, desain biofilik menghubungkan kembali manusia dengan alam.

Hal ini menciptakan ekosistem perkotaan yang mendukung keanekaragaman hayati, mengelola air hujan, dan meningkatkan kualitas udara.

Baca: Beda desain biofilik dan desain ramah lingkungan

Pendekatan ini memposisikan bangunan sebagai kontributor aktif terhadap keberlanjutan perkotaan, membawa sistem alam ke dalam ruang yang sering kali terlewatkan.

Sinergi antara biomimikri dan biofilia mendorong transformasi ini seiring dengan semakin banyaknya arsitek yang mengandalkan alam sebagai inspirasi.

Dengan meniru proses seperti teknik pendinginan mandiri pada sarang rayap atau penangkapan energi yang efisien pada dedaunan, para arsitek dapat membuat bangunan yang mengoptimalkan penggunaan listrik dan menciptakan lingkungan yang lebih sehat bagi penghuninya.

Desain biofilik menawarkan manfaat terukur, mulai dari peningkatan kenyamanan termal dan produktivitas hingga peningkatan kesejahteraan emosional.

Pada ujungnya, desain biofilik akan meningkatkan tampilan ruang kota dan membangun lingkungan berkelanjutan yang mendukung planet ini dan penghuninya.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *