Hati-hati! Pengaruh Influencer dan Media Sosial Bisa Memicu Pembelian Impulsif

Written by

in

7cloud.asia – Pernahkah kamu membeli sebuah barang hanya karena idola atau selebritas favoritmu memilikinya? Padahal, sebenarnya kamu tidak benar-benar membutuhkannya.

Atau mungkin kamu membeli tiket konser atau boneka ‘Labubu’ hanya karena sedang tren dan semua orang di media sosial tampak melakukannya?

Fenomena ini disebut pembelian impulsif, atau pembelian yang dilakukan secara spontan dan lebih didorong oleh emosi daripada kebutuhan.

Ada banyak faktor yang menyebabkan seseorang bisa terjebak dalam perilaku pembelian impulsif. Salah satunya adalah berkembangnya media sosial.

Pemasaran melalui media sosial yang memanfaatkan jasa endorsement dari influencer atau selebriti adalah salah satu faktor utama yang memperkuat perilaku ini, terutama di kalangan generasi Z (Gen Z) yang dikenal melek digital dan sangat lekat dengan media sosial.

Dalam artikel ini, penulis akan mengeksplorasi bagaimana media sosial mengubah perilaku konsumsi publik melalui hubungan parasosial dengan influencers dan beberapa fenomena psikologis.

Fenomena psikologis seperti FOMO (Fear of Missing Out), YOLO (You Only Live Once), dan FOPO (Fear of Other People’s Opinions) yang menjadi faktor pemicu perilaku pembelian impulsif.

Baca: Jebakan FOMO dan efeknya pada kondisi keuanganmu

Media sosial dan perkembangan hubungan parasosial
Media sosial seperti Instagram dan X (sebelumnya Twitter) telah mengubah cara kita berinteraksi dan berkomunikasi, sekaligus memperkenalkan fenomena baru yang memengaruhi identitas sosial kita.

Salah satu fenomena ini adalah hubungan parasosial–perasaan memiliki ikatan emosional dengan figur publik atau selebritas yang tidak kita kenal secara langsung.

Misalnya, penggemar BTS, yang dikenal sebagai “Army”, mungkin merasa sangat dekat dan terhubung secara emosional dengan anggota BTS, meski mereka mungkin belum pernah bertemu langsung.

Begitu pula dengan “Blink” untuk penggemar Blackpink atau “Swifties” untuk penggemar Taylor Swift.

Media sosial memperkuat hubungan parasosial ini karena memungkinkan penggemar mendapatkan “akses” langsung ke kehidupan selebritas, seolah-olah mereka teman dekat.

Hubungan semacam ini juga berlaku pada pengikut influencers, yang sering dipandang sebagai figur inspiratif atau “idola” modern di media sosial.

Banyak perusahaan melihat ini sebagai peluang bisnis dan memanfaatkan kedekatan para influencer dengan pengikutnya sebagai bagian dari strategi pemasaran mereka.

Baca: Kiat menghindari jebakan FOMO

Hubungan parasosial dengan influencer dan pembelian impulsif
Secara psikologis, pengikut sering melihat influencers sebagai sumber informasi yang kredibel dan autentik.

Karena influencers terkesan lebih akrab dan nyata, rekomendasi mereka terasa lebih meyakinkan ketimbang iklan biasa.

Melalui pengungkapan diri (self-disclosure) dengan berbagi kisah pribadi, hobi, atau kegemaran mereka di media sosial, influencers bisa membangun rasa keterhubungan dengan pengguna.

Dengan demikian, ketika influencers mempromosikan produk, pengikut mereka lebih mudah tersentuh secara emosional dan terdorong untuk merasakan pengalaman yang sama dengan idola mereka.

Selain itu, rasa kedekatan dengan influencers membuat pengikut cenderung melihat upaya endorsement mereka sebagai rekomendasi dari seorang teman dekat, bukan iklan komersial.

Inilah yang membuat perusahaan tertarik bekerja sama dengan influencers, memanfaatkan ikatan emosional mereka dengan pengikut untuk meningkatkan penjualan.

Beberapa studi terbaru mengonfirmasi bahwa endorsement artis atau influencer secara signifikan memengaruhi pembelian impulsif, terutama di kalangan Generasi Z.

Adakah cara yang tepat untuk mengatasi situasi ini? Tentunya ada, tetapi jawabannya baru akan diulas di tulisan selanjutnya.

Artikel ini telah terbit di The Conversation, Penulis: Arifatus Sholekhah (Research Officer, Center for Digital Society (CfDS), Universitas Gadjah Mada)

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *