Protes atas Bahan Bakar Fosil dan Perang Israel-Hamas Warnai COP 29

Written by

in

7cloud.asia – Aksi unjukrasa mewarnai penyelenggaraan Konferensi Iklim ke-29 atau COP 29 di Baku, Azerbaijan, Kamis (14/11/2024).

Para aktivis lingkungan menggelar protes terhadap penggunaan bahan bakar fosil dan pasar karbon, sementara protes lainnya menyerukan diakhirinya perang Israel-Hamas.

“Daripada berbicara tentang pasar karbon, kompensasi ini itu, mengapa tidak berbicara tentang bagaimana kita menjaga bahan bakar fosil tetap berada di dalam tanah, bagaimana kita menjaga bahan bakar fosil –minyak, gas, batu bara– tetap berada di dalam tanah?,” ujar seorang demonstran.

Dilansir VOA Indonesia, Konferensi Iklim yang dikenal sebagai COP 29 tahun ini telah mempertemukan para pemimpin dunia untuk membahas berbagai cara untuk membatasi dan beradaptasi dengan krisis iklim.

Setelah hampir satu dekade negosiasi, para pemimpin selama hari pertama penyelenggaraan COP 29 memutuskan beberapa poin penting dari titik kritis yang banyak diperdebatkan yang bertujuan untuk memangkas emisi dari bahan bakar fosil.

Baca: Kontroversi penggunaan bahan bakar fosil dalam penyelenggaraan COP 29

Dikenal sebagai Pasal 6, pasal ini ditetapkan sebagai bagian dari Perjanjian Paris 2015 untuk membantu negara-negara bekerja sama mengurangi polusi yang menyebabkan perubahan iklim.

Salah satu bagiannya adalah sistem kredit karbon, yang memungkinkan negara-negara melepaskan gas yang menyebabkan pemanasan global ke udara jika mereka mengimbangi emisi di tempat lain.

Namun, pengesahan Pasal 6 pada Senin malam dikecam oleh kelompok keadilan iklim, yang mengatakan bahwa pasar karbon memungkinkan pencemar utama terus mengeluarkan emisi dengan mengorbankan masyarakat dan lingkungan.

Para ilmuwan sepakat bahwa pemanasan global yang terutama disebabkan oleh pembakaran bahan bakar fosil oleh manusia memicu krisis iklim.

Selanjutnya krisis iklim memicu berbagai bencana seperti kekeringan, banjir, badai, dan panas yang lebih banyak menimbulkan banyak korban dan semakin parah.

Baca: COP 29 diharapkan hasilkan skema baru tentang Pendanaan Iklim

Dilansir erath.org, dari seluruh hasil yang diharapkan dari COP 29 di Baku, Azerbaijan pekan depan mungkin yang paling ditunggu adalah pengembangan New Collective Quantified Goal on Climate Finance (NCQG) mengenai pendanaan iklim.

Tujuan untuk memobilisasi pendanaan iklim hingga 100 miliar dolar setiap tahunnya bagi negara-negara berkembang, yang ditetapkan sejak tahun 2009, secara luas dianggap tidak cukup untuk menanggapi keadaan darurat iklim yang semakin meningkat.

NCQG harus berupaya untuk melampaui angka tersebut dan menyelaraskan pendanaan iklim dengan kebutuhan nyata negara-negara yang berada di garis depan dalam dampak iklim.

Oleh karena itu, COP 29 diharapkan akan menghasilkan target finansial yang lebih ambisius, realistis, dan dapat dicapai yang benar-benar mencerminkan skala tantangan global.

Menurut perkiraan, jika tujuan baru ini mampu mendukung transisi dunia menuju masa depan yang rendah karbon dan berketahanan iklim, maka dana yang dibutuhkan harus berjumlah triliunan dolar, bukan miliaran dolar.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *