Mengintip Cara Kota-kota di Kolombia Merestorasi Lingkungannya

Written by

in

7cloud.asia – Daerah perkotaan memiliki dampak yang tidak proporsional terhadap hilangnya alam dan keanekaragaman hayati, dan juga perubahan iklim.

Dicatat dalam laporan tahun 2021 dari UNEP, Daerah perkotaan menyumbang setidaknya 60 persen emisi karbon dioksida yang menyebabkan pemanasan global.

Daerah perkotaan juga mencatat 75 persen penggunaan sumber daya, serta menghasilkan sekitar 60 persen limbah yang mencemari lingkungan global.

Mengingat dampaknya yang sangat besar, wilayah perkotaan merupakan kunci dalam memecahkan banyak permasalahan lingkungan hidup dan menahan laju perubahan iklim, kata para pengamat.

“Kota merupakan kontributor sekaligus korban degradasi lingkungan, namun juga merupakan pusat inovasi dan kepemimpinan,” kata Mirey Atallah, Kepala Cabang Adaptasi dan Ketahanan UNEP.

Mirey menegaskan, iklim global sedang berubah banyak kota yang akan menghadapi masa depan suram yang ditandai dengan kejadian cuaca ekstrem yang semakin sering terjadi.

Baca: Barranquilla, kisah sukses sebuah kota merestorasi lingkungannya yang tercemar

Karena itu tak ada pilihan lain, agar kota-kota di dunia beradaptasi dan mencegah agar kerusakan itu tidak semakin parah.

Ia menambahkan, “Saat kita mendekati COP16, penting bagi kita untuk menyadari peran penting kota dalam membentuk masa depan berkelanjutan bagi semua orang.”

Terkait upaya adaptasi ini, kota-kota di Kolombia layak menjadi contoh. Salah satunya adalah kota Barranquilla telah meluncurkan upaya ambisius untuk memulihkan rawa, saluran air, dan ruang hijau di sekitar kota.

Para pejabat setempat berharap upaya ini, yang sebagian didukung oleh Program Lingkungan Hidup Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNEP), akan menciptakan perlindungan terhadap angin kencang dan gelombang besar laut.

Barranquilla, dalam beberapa tahun terakhir, telah memasukkan kembali alam ke dalam tatanan perkotaannya.Proses yang dikenal sebagai restorasi ekosistem ini dipandang sebagai kunci untuk beradaptasi terhadap perubahan iklim.

Program ini juga efektif membantu warga kota menghadapi ancaman lingkungan lainnya seiring rusaknya alam.

Baca: Menata Ulang kota-kota di dunia untuk atasi pemanasan global

Lain lagi yang dilakukan Medellín, kota terbesar kedua di Kolombia. Otoritas Medellin menanam ribuan pohon dari 215 spesies asli di sepanjang jalan dan saluran air kota.

Penanamanan pohon ini sukses mengubah jalanan di Medellin menjadi koridor hijau yang menghubungkan ruang alami di kota dan berkontribusi terhadap ketahanan ekosistem.

Studi kasus menemukan bahwa penanaman pohon di perkotaan membantu meningkatkan kualitas udara dan mengurangi suhu hingga 4°C di beberapa daerah.

Hal ini dianggap penting karena perkotaan mengalami apa yang dikenal sebagai efek pulau panas (heat island effect), yang menjadikan wilayah tersebut lebih hangat dibandingkan wilayah pedesaan di sekitarnya.

Cerita sukses lainnya dilakukan kota Cali, yang saat ini menjadi tuan rumah konferensi keanekaragaman hayati dunia, COP16.

Baca: Solusi kota-kota dalam mengatasi pemanasan global

Cali yang berlokasi di wilayah Valle del Cauca yang memiliki keanekaragaman hayati, juga menerapkan solusi berbasis alam.

Dilintasi oleh 10 sungai, Cali memiliki 12 taman dengan keanekaragaman hayati dan 61 lahan basah, rumah bagi hampir 600 spesies burung.

Salah satu inisiatif utama Cali adalah Pakta Satwa Liar yang bertujuan untuk membatasi perdagangan satwa liar ilegal dan mencegah kepemilikan spesies eksotik.

Proyek lain yang dilakukan Kota Cali adalah Wildlife Monitoring Platform, sebuah sistem akses terbuka berbasis sains untuk membantu pihak berwenang mengendalikan spesies invasif.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *