7cloud.asia – Tim peneliti dari Pusat Riset Sumber Daya Geologi (PRSDG) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyimpulkan sumber air baku masyarakat di wilayah hulu Daerah Aliran Sungai Citarum masih alamiah.
Hasil data ilmiah BRIN berupa konsentrasi bromide alami pada sumber air baku di wilayah hulu Sungai Citarum di bawah ambang batas bromida pada air tanah adalah 0.5 mg/L (Permenkes RI No 2 Tahun 2023; WHO 2009).
Sumber air baku masyarakat yang terletak pada wilayah hulu Sungai Citarum yang masih alamiah, di daerah hulu masih relatif aman, jauh dari pengaruh antropogenik dan tidak terdeteksi dari pencemaran bromida.
“Namun di beberapa titik sumber air di wilayah yang dekat dengan wilayah pertanian dan industri aktif memiliki nilai bromida di atas ambang batas dan perlu penelitian lebih lanjut,” jelas Rizka Rizka Maria, Peneliti Ahli Madya Pusat Riset Sumber Daya Geologi (PRSDG) dilansir laman resmi BRIN.
BRIN, ujar Rizka, melakukan penelitian terhadap kumpulan sampel air tanah untuk memahami konsentrasi bromida dalam air tanah dan untuk mengidentifikasi sumbernya.
Baca Juga: Ekspedisi BRIN Temukan Polusi Mikroplastik di Sungai Citarum Sudah Mengkhawatirkan
Penelitian ini merupakan penelitian pendahuluan untuk mengetahui distribusi bromida alami pada air tanah.
“Hasil penelitian ini berfungsi sebagai informasi data dasar untuk mengetahui jejak perunutan bromida pada air tanah dan sebagai pelacak jika ditemukan nilai bromat yang melebihi ambang batas pada air minum dalam kemasan,” terang Rizka.
Penggunaan air minum dalam kemasan menjadi salah satu hal yang sangat penting dalam pemenuhan kebutuhan air minum pada masyarakat. Kualitas air minum dalam kemasan menjadi salah satu hal utama yang harus diperhatikan.
Akhir akhir ini isu pencemaran bromat pada air minum dalam kemasan sangat meresahkan masyarakat.
Senyawa bromat (BrO3–) bukan senyawa almiah yang normal berada di air. Bromat memiliki ciri khas tidak berasa, tidak berwarna dan terbentuk pada saat air minum disterilkan dengan proses ozonasi.
Baca Juga: BRIN Temukan Kontaminasi Bahan Aktif Obat di Sungai Citarum
“Bromida alami yang terdapat dalam sumber air minum bereaksi dengan ozon pada saat proses disinfeksi akan menghasilkan senyawa bromat,” sebut Rizka.
Rizka menjelaskan bahwa beberapa faktor yang mempengaruhi pembentukan bromat pada air minum, antara lain kandungan pH sumber air, pada air dengan pH tinggi maka reaksi pembentukan bromat akan lebih cepat dibandingkan pada air dengan suhu rendah.
Konsentrasi ion bromida juga berpengaruh. Semakin tinggi ion bromide maka makin besar kemungkinan terbantuk bromat pada saat proses ozonasi.
Jumlah ozon yang digunakan saat proses disinfeksi dan waktu reaksi dan durasi kontak antara ozon dan ion bromida juga berpengaruh.
“Semakin lama waktu reaksi maka semain banyak bromate yang terbentuk,” ucap Rizka.
Pencemaran air tanah oleh bromida biasanya bersumber dari proses fumigasi di sektor pertanian.
Baca Juga: World Water Forum ke-10: UNDP Luncurkan Alat Pengolahan Air di Sungai Citarum
Salah satu alasan penghentian atau penghapusan penggunaan metil bromid adalah karena adanya fakta bahwa gas methyl bromide merusak atmosfer bumi sehingga dalam jangka panjang berdampak pada kerusakan lingkungan secara global.
Selain itu metil bromide juga berdampak serius kepada kesehatan bagi mereka yang terpapar dalam waktu lama. Dampaknya bagi kesehatan bisa ditandai dengan mual-mual, kelelahan yang berlebihan, gangguan mental dan bahkan efek neurologis lainnya.
Dilansir health.ny.gov,kandungan bromat dalam air minum berpengaruh pada kesehatan. Penelitian mengungkap, orang yang menelan bromat dalam jumlah besar mengalami gejala gastrointestinal seperti mual, muntah, diare, dan nyeri perut.
Bromat dalam konsentrasi tinggi juga berpengaruh pada ginjal, sistem saraf, dan gangguan pendengaran. Namun, orang-orang ini terpapar bromat dalam kadar ribuan kali lebih banyak daripada yang didapat dari air minum pada standarnya.
Paparan bromat dalam kadar tinggi dalam jangka panjang juga menyebabkan kanker pada tikus. Apakah bromat dapat menyebabkan kanker pada manusia masih belum diketahui.
Baca Juga: Maraknya Industri Air Minum dalam Kemasan Sembunyikan Krisis Air Global
Beberapa orang mungkin berisiko lebih tinggi mengalami dampak kesehatan akibat paparan bromat atau memiliki kekhawatiran terhadap kehamilan atau bayi yang sedang disusui.
Karena bromat dapat menyebabkan dampak kesehatan pada ginjal, ada kemungkinan bahwa mereka yang memiliki kondisi ginjal yang sudah ada sebelumnya dapat berisiko lebih tinggi.
Informasi tentang dampak bromat pada kesehatan reproduksi terbatas, tetapi tidak menunjukkan adanya kekhawatiran pada tingkat yang mendekati standar air minum.
Selain kesehatan manusia, potensi dampak lingkungan dari pembentukan bromat dalam sistem perairan juga mendorong penelitian.

Leave a Reply