Program Pembangunan Ekonomi Hijau, Ikhtiar Pemprov Jawa Barat Turunkan Polusi Udara

Written by

in

7cloud.asia – Berbagai upaya yang dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk menurunkan polusi udara. Salah satunya dengan pembangunan ekonomi hijau di kawasan Bogor, Depok dan Bekasi (Bodebek).

Hal ini diungkapkan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat, Herman Suryatman di hadapan Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan.

Herman memaparkan pembangunan ekonomi hijau serta lingkungan sehat itu dengan cara optimalisasi transportasi publik antarmoda yang ramah lingkungan seperti BRT (Bus Rapid Transit) berbasis listrik dan LRT (Light Rail Transit).

Baca: Standar baru dalam atap hijau

“Beberapa upaya kami antara lain optimalisasi transportasi publik melalui konektivitas antarmoda yang ramah lingkungan BRT dan LRT,” jelas Herman seperti yang dikutip Antaranews.

Pembangunan ekonomi hijau untuk mengurangi polusi udara ini, lanjut Herman, sejalan dengan program Pemerintah Pusat.

Herman menjelaskan ada beberapa program yang akan diterapkan di wilayah Bogor, Depok dan Bekasi.

Seperti program Friday Car Free di Gedung Sate bagi para ASN. Program ini juga akan diterapkan di Pemda Bogor, Depok dan Bekasi.

Baca: Manfaat atap hijau penuh tumbuhan

“Dimulai di Kota Bandung kemudian pada akhirnya 27 kabupaten dan kota melakukan hal yang sama,” katanya.

Selain itu, upaya lainnya adalah pengelolaan sampah menggunakan teknologi Refuse Derived Fuel (RDF).

Dengan cara ini sampah akan dikeringkan terlebih dahulu hingga siap digunakan sebagai bahan bakar alternatif di TPPAS Lulut Nambo, Kabupaten Bogor.​​​​​​​

Kemudian hasil dari pengolahan sampah RDF ini akan dibeli oleh perusahaan yang kini menjadi offtaker TPPAS Lulut Nambo.

Setelah melalui beberapa uji coba, TPPAS yang ada di kecamatan Klapanunggal itu siap dioperasikan untuk mengangkut sampah di Bogor, Depok, dan Tangerang Selatan (Banten).

Baca: Indonesia membutuhkan banyak green jobs

“Nambo sudah melalui beberapa kali uji coba, tinggal pengoperasian resmi. Sehari bisa mengangkut sampai 100 ton sampah yang nantinya menjadi energi alternatif untuk mengurangi emisi karbon,” tuturnya.

Upaya lainnya adalah melakukan penghijauan serta upaya lain yang berbasis partisipasi masyarakat.

Hal ini perlu dilakukan bersama dengan masyarakat agar dapat menciptakan lingkungan sehat minim emisi karbon.

​​​​​​​”Penghijauan, serta kegiatan lainnya yang berbasis partisipasi masyarakat juga terus kami optimalkan,” kata Herman.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *