7cloud.asia – Pengembangan energi terbarukan telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir.
Pada tahun 2022, masyarakat dunia menghasilkan lebih dari 8.000 terawatt jam energi terbarukan.
Angka ini menunjukkan peningkatan energi terbarukan hingga 198 persen sejak tahun 2000 dan sebagian besar disebabkan oleh perbaikan infrastruktur energi terbarukan, yakni penggunaan dan efisiensi tenaga angin dan surya.
Inisiatif untuk meningkatkan efisiensi energi dan beralih ke energi terbarukan bukan hanya baik untuk lingkungan tapi juga mempunyai fungsi sosial yang penting.
Jika dimanfaatkan dengan benar, energi terbarukan akan meningkatkan ketahanan jaringan listrik dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Inisiatif energi terbarukan di masa depan akan menciptakan jutaan lapangan kerja baru tanpa mengganggu kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.
Ini merupakan kuncinya, karena banyak bentuk ekstraksi energi tradisional yang dapat merugikan ekosistem lokal sekaligus merusak kesehatan jangka panjang.
Baca Juga: Energi Terbarukan Gencar Dikampanyekan, Ini Dampak Sosialnya
Selama ini masyarakat di seluruh dunia bergantung pada ekstraksi energi untuk mendapatkan penghasilan.
Namun, pekerjaan seperti pertambangan batu bara dan pengeboran minyak diketahui berdampak buruk bagi kesehatan dan kesejahteraan pekerja dan masyarakat lokal.
Di mana, masyarakat yang tinggal di dekat kilang minyak dan penambangan batu bara melaporkan masalah pernapasan.
Sehingga penggunaan energi terbarukan yang ramah lingkungan, seperti tenaga surya dan angin diharapkan bisa memberikan solusi.
Energi terbarukan tidak akan mempengaruhi kesehatan masyarakat setempat. Pun demikian dengan orang-orang yang bekerja di bidang turbin angin dan panel surya, mereka tidak mempertaruhkan kesejahteraan mereka dalam jangka panjang.
Baca Juga: Simak Daftar Lapangan Kerja yang Tercipta dari Pengembangan Energi Terbarukan
Mereka juga tidak terpapar bahan kimia berbahaya yang umum dikaitkan dengan mereka yang bekerja di anjungan minyak.
Meskipun demikian, ada beberapa risiko pekerjaan yang terkait dengan energi terbarukan. Misalnya, mereka yang bekerja dengan biofuel harus dilindungi dengan baik terhadap etanol dan alkohol.
Paparan bahan kimia turbin angin harus diantisipasi selama proses penggosokan dan pengamplasan. Menghirup bahan halus dapat menyebabkan masalah pernafasan dan penyakit.
Namun secara seimbang, produksi energi ramah lingkungan mempunyai dampak minimal terhadap kesejahteraan pekerja dan tidak mengganggu kesehatan masyarakat setempat secara keseluruhan.
Bahkan, masyarakat yang tinggal di dekat pembangkit listrik tenaga surya dan turbin angin bahkan mungkin mengalami peningkatan dalam hal kesehatan.
Hal ini merupakan kabar baik bagi negara-negara berkembang yang ingin mengembangkan energi terbarukan.
Artikel ini telah terbit di earth.org, Penulis: Charlie Fletcher, penulis freelance yang aktif dalam berbagai aktifitas sosial

Leave a Reply