7cloud.asia – Pasca berakhirnya gencatan senjata, tentara Israel terus membombardir daerah kantong Hamas di Khan Younis, Gaza Selatan.
Sebuah ledakan di Jalur Gaza menyebabkan kepulan asap besar membubung ke udara pada Kamis (7/12/2023) ketika Israel terus membombardir daerah kantong Hamas tersebut.
Serangan udara dan darat Israel yang semakin luas di Gaza Selatan telah menyebabkan puluhan ribu warga Palestina mengungsi.
Baca: Warga Gaza hidup dalam kengerian
Kondisi ini makin memperburuk kondisi kemanusiaan yang mengerikan di wilayah Gaza, yang sejak awal Oktober menjadi lokasi pertempuran.
Pertempuran Israel-Hamas tersebut menghambat distribusi makanan, air dan obat-obatan di luar wilayah selatan Gaza dan perintah evakuasi militer baru memaksa orang-orang mengungsi ke wilayah yang semakin kecil di selatan.
Serangkaian roket tampak diluncurkan dari Jalur Gaza, di tengah konflik yang sedang berlangsung antara Israel dan kelompok Islam Palestina Hamas, terlihat dari Israel selatan, Rabu (6/12/2023).
Baca: Israel intesifkan serangan ke Gaza Selatan
PBB mengatakan 1,87 juta orang – atau lebih dari 80% populasi Gaza – telah terusir dari rumah mereka sejak dimulainya perang Israel-Hamas, yang dipicu oleh serangan mematikan Hamas pada 7 Oktober di Israel selatan.
Kementerian Kesehatan di Gaza yang dikuasai Hamas mengatakan jumlah korban tewas di wilayah tersebut telah melampaui 16.200 orang, dan lebih dari 42.000 orang terluka.
Kementerian itu tidak membedakan antara kematian warga sipil dan mereka yang bertempur, namun mengatakan 70% dari korban tewas adalah perempuan dan anak-anak.
Baca: WHO ingatkan ancaman penyakit menular di Gaza
Sekitar 1.200 orang tewas di pihak Israel, sebagian besar warga sipil, dalam serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 lalu.
Sumber: VOA Indonesia

Leave a Reply