Unjukrasa Tolak Pengajuan Gibran sebagai Cawapres Karena Dinilai Mengkhianati Konstitusi

Written by

in

7cloud.asia – Aksi unjukrasa terjadi di depan kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) jelang pengumuman capres dan cawapres pada Senin (13/11/2023), terkait pelanggaran konstitusi. 

Massa yang menamakan diri Aliansi Masyarakat Penyelamat Konstitusi ini menolak pengajuan Gibran Rakabuming sebagai cawapres di Pemilu 2024 karena dinilai cacat hukum.

“Tolak proses pencalonan Prabowo-Gibran yang cacat secara etika dan moral. Kami Muak,” demikian seruan orator aksi yang disambut oleh teriakan massa.

Baca: Tokoh Bangsa ingatkan pelanggaran demokrasi yang dilakukan Jokowi lukai masyarakat

Massa dari berbagai elemen masyarakat itu datang dengan mengenakan atribut pakaian serba hitam dengan aksesoris pita merah putih yang diikatkan di kepala atau lengan mereka.

Selain itu, massa pun membawa sejumlah papan berisi tuntutan mereka, seperti: 

“Presiden sudah menjadi tim sukses”

“Gibran adalah cawapres ilegal”

“Jangan Pilih Cawapres Pengkhianat Konstitusi”.

Baca: Merasa dibodohi Jokowi, GM ajak masyarakat ajak menolah mencawapresan Gibran

Massa juga menyebar pamflet berisi pernyataan sikap. Dalam selebaran itu tertulis komposisi massa aksi berasal dari Aliansi Penyelamat Konstitusi.

Dari banyak nama kelompok yang termuat, terdapat beberapa nama merujuk pada satu pasangan capres dan cawapres, seperti ‘Ganjarist’, ‘Ganjar Yes’ dan ‘LBH Ganjar Mahfud’

Dalam perbincangannya dengan ruangkota, Koordinator Aliansi Mixil Mina Munir mengatakan, keputusan Majelis Kehormatan MK menunjukkan bukti nyata adanya pelanggaran konstitusi.

“Keputusan itu membuktikan adanya kong kalikong kekuasaan untuk lahirnya keputusan MK no 90/2023. Karena itu pencalonan Gibran cacat secara moral maupun hukum,” ujarnya. 

Baca: Maklumat Juanda nilai dinasti politik Jokowi khianati cita-cita reformasi

Aparat melakukan pengamanan dengan aksi tersebut dengan mendirikan barrier di sisi kiri dan kanan KPU untuk mencegah massa masuk ke daerah depan KPU, karena di saat yang sama KPU sedang mempersiapkan agenda Capres-cawapres hari ini. 

Aparat kepolisian menyatakan bahwa penutupan jalan akan dilaksanakan sampai sore hari demi mengamankan pengumuman capres-cawapres sore hari ini.

Menjelang siang, massa yang menamakan diri National Corruption Watch turut bergabung. 

Massa yang terdiii dari sekitar tiga puluh orang ini mendesak agar korupsi yang diduga melibatkan ketua partai pendukung Prabowo – Gibran diusut tuntas. 

Massa membubarkan diri dengan tertib usai berorasi.

 

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *