7cloud.asia – Presiden China Xi Jinping membagikan pandangannya kepada komunitas internasional tentang bagaimana negara-negara di seluruh dunia dapat bersatu menghadapi perubahan iklim dalam Pertemuan Para Pemimpin tentang Iklim dan Transisi yang Adil.
Dalam pidatonya pada Rabu (23/4/2025), Xi Jinping mengatakan bahwa China akan segera mengumumkan kontribusi yang ditentukan secara nasional (NDC) untuk 2035.
NDC yang mencakup semua sektor ekonomi dan semua gas rumah kaca ini akan diumumkan sebelum Konferensi Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) atau COP 30 di Belem, Brasil.
Selanjutnya, Xi Jinping juga menegaskan bahwa seberapapun dunia berubah, China tidak akan memperlambat aksi iklimnya, tidak akan mengurangi dukungannya terhadap kerja sama internasional.
Beijing, lanjut Xi Jinping, juga tidak akan menghentikan upayanya untuk membangun komunitas dengan masa depan bersama bagi umat manusia.
Baca: Komitmen aksi iklim Xi Jinping tuai pujian
Komitmen berkelanjutan China untuk memangkas emisi adalah hal yang “sangat penting” bagi aksi iklim global, kata Sekjen PBB Antonio Guterres.
Selama ini China dikenal sebagai penghasil emisi gas rumah kaca terbesar di dunia yang menyebabkan pemanasan global dan perubahan iklim.
Tetapi China juga merupakan pemimpin global dalam mengembangkan sumber-sumber yang disebut teknologi hijau, seperti tenaga surya dan angin.
Guterres menyebut pertemuan iklim tersebut sebagai salah satu pertemuan kepala negara paling beragam yang difokuskan secara eksklusif pada iklim dalam beberapa waktu terakhir.
“Namun, saya mendengar satu pesan yang menyatukan untuk bertindak,” ujar Guterres dalam konferensi pers setelah pertemuan iklim daring tersebut.
Baca: China hasilkan emisi terbesar tapi juga memimpin perlawanan terhadap perubahan iklim
“Dunia terus melangkah maju menuju emisi nol bersih,” kata Gareth Redmond-King, kepala Program Internasional di Energy and Climate Intelligence Unit, sebuah organisasi nirlaba yang berbasis di Inggris.
“Negara-negara yang berkomitmen untuk menetapkan target iklim baru menunjukkan bahwa proses multilateral, dengan segala rintangannya, masih terus berjalan,” ujar Redmond-King.
“Menjunjung tinggi multilateralisme, mendorong transisi yang adil, dan berbagi inovasi hijau adalah hal yang penting untuk masa depan yang aman dan sejahtera,” kata Nanda Kumar Janardhanan, wakil direktur bidang iklim dan energi di Institute for Global Environmental Strategies yang berbasis di Jepang.
“Bersama-sama, dunia dapat membangun sebuah planet tangguh yang melayani kesejahteraan seluruh umat manusia,” ucap Janardhanan.

Leave a Reply