Merayakan Hari Bumi: Diinisiasi Senator AS Kini Menyebar ke Seluruh Dunia

Written by

in

7cloud.asia – Hari Bumi, yang dirayakan setiap tahun pada tanggal 22 April, baru saja berlalu. Namun, sejenak mari kita renungkan mengapa kita perlu merayakan Hari Bumi setiap tahun.

Hari Bumi adalah acara global yang didedikasikan untuk meningkatkan kesadaran tentang perlindungan bagi planet Bumi dan keberlanjutan lingkungan.

Dilansir earth.org, planet Bumi menjadi rumah bagi lebih dari 8 miliar orang, 300.000 spesies tumbuhan, lebih dari 600.000 spesies jamur, dan sekitar 10 juta spesies hewan.

Ekosistem di seluruh dunia menyediakan layanan dan sumber daya yang berharga untuk menopang semua kehidupan di Bumi, namun manusia terus menganggapnya biasa saja.

Perubahan iklim akibat perbuatan manusia mengancam kelestarian planet Bumi, dan kita perlu melakukan segala yang kita bisa untuk melestarikan dan melindungi rumah kita.

Teruslah membaca untuk mempelajari fakta-fakta Hari Bumi yang menarik dan temukan cara-cara yang dapat ditindaklanjuti untuk terlibat dalam melestarikan planet kita untuk generasi mendatang.

Baca: Gerakan menanam sejuta pohon matoa di Hari Bumi

1. Hari Bumi pertama kali dirayakan pada tahun 1970
Sebelum Hari Bumi pertama, orang Amerika menghabiskan banyak sekali bensin bertimbal – yang penggunaannya secara global telah dihapus sejak saat itu.

Kabut asap yang mematikan dan asap yang mencemari juga merupakan kejadian sehari-hari yang sudah biasa. Namun, setelah serangkaian tumpahan minyak dan munculnya kesadaran publik tentang dampak buruk polusi udara dan air, sikap masyarakat berubah.

Terinspirasi oleh gerakan protes antiperang Vietnam yang dipimpin oleh mahasiswa, Senator AS Gaylord Nelson memperkenalkan acara pengajaran di kampus-kampus tentang kesadaran lingkungan.

Gerakan ini akhirnya berkembang menjadi gerakan global yang dikenal saat ini sebagai Hari Bumi.

2. Hari Bumi adalah peringatan sekuler terbesar di dunia
Meskipun dirayakan hampir secara eksklusif di AS selama hampir 20 tahun, Hari Bumi kini telah menjadi hari yang diakui secara internasional dan dirayakan di lebih dari 192 negara.

Setiap tahun, sekitar 1 miliar orang di seluruh dunia bersatu dan dimobilisasi untuk tujuan yang sama – kesadaran lingkungan yang lebih besar dan aksi iklim.

Baca: Hari Bumi jadi momentum pelestarian pohon ulin

3. Hari Bumi selalu diperingati tanggal 22 April
Senator Nelson awalnya memilih tanggal 22 April sebagai Hari Bumi pertama karena jatuh tepat di antara Liburan Musim Semi dan ujian akhir, sehingga memaksimalkan partisipasi dan jumlah mahasiswa untuk acara tersebut.

Peringatan ini diadakan pada hari yang sama untuk mendorong lebih banyak mahasiswa untuk ikut merayakan dan berunjuk rasa, dan setiap tahun, ribuan demonstrasi, konser, dan kegiatan luar ruangan diselenggarakan di seluruh dunia.

4. Hari Bumi memperkuat kebijakan lingkungan
Edisi pertama Hari Bumi memicu perbincangan nasional tentang kurangnya undang-undang lingkungan di negara ini, yang berujung pada penerapan beberapa undang-undang federal yang paling penting dan komprehensif tentang perlindungan lingkungan.

Undang-Undang ini mencakup Undang-Undang Udara Bersih (1970), amandemen Undang-Undang Air Bersih (1972), dan Undang-Undang Spesies Terancam Punah tahun 1973.

Pada tahun 2016, Perserikatan Bangsa-Bangsa juga memilih Hari Bumi untuk menandatangani Perjanjian Paris, perjanjian iklim paling penting dan komprehensif di dunia untuk membatasi pemanasan global di bawah 1,5C atau setidaknya “jauh di bawah” 2C di atas tingkat pra-industri.

5. Hari Bumi 2025: bersatu di balik energi terbarukan
Setiap edisi Hari Bumi mengusung tema yang berbeda. Tema tahun 2025, “Kekuatan Kita, Planet Kita,” menyerukan semua orang untuk bersatu demi energi terbarukan

Sekaligus mendorong target global untuk melipatgandakan listrik bersih pada tahun 2030 yang disepakati di COP28.

Baca: Pemanasan suhu Bumi lampaui jalur yang ditetapkan

 

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *