Mengenal PVC dan Polistirena: Jenis Plastik yang Tak Dapat Didaur Ulang

Written by

in

7cloud.asia – Plastik yang merupakan produk turunan dari minyak bumi tergolong sebagai bahan yang serba guna, sangat praktis, efisien, dan murah.

Namun, sampah plastik juga merupakan salah satu sumber masalah terbesar bagi kelestarian lingkungan hidup.

Dalam beberapa dekade terakhir, produksi plastik meroket di mana masyarakat dunia menggunakan plastik 20 kali lebih banyak daripada 50 tahun yang lalu.

Masalahnya, lebih dari 90 persen sampah plastik berakhir di tempat pembuangan sampah dan masuk ke perairan laut, yang memicu sederet masalah bagi lingkungan.

Belakangan, masyarakat dunia didorong untuk mendaur ulang plastik sebagai upaya untuk mengurangi sampah, seperti halnya mencari alternatif yang ramah lingkungan.

Baca: Empat jenis plastik yang dapat didaur ulang

Sebelum didaur ulang, plastik disortir berdasarkan jenis polimer, baik oleh konsumen maupun oleh pabrik daur ulang untuk memastikan semua kontaminan telah dihilangkan.

Setelah disortir dan dibersihkan, plastik dapat dicacah atau dicairkan menjadi pelet sebelum akhirnya dicetak menjadi produk baru.

Ada tujuh angka untuk menggolongkan plastik, tetapi yang menarik, angka-angka tersebut tidak sesuai dengan kemampuan plastik untuk didaur ulang.

Yang pasti, kemasan atau bahan plastik apa pun yang memiliki simbol #7 dan “Lainnya” tidak termasuk dalam kategori plastik dapat didaur ulang.

Ini sering kali termasuk polikarbonat (yang mengandung BPA) dan PLA (asam polilaktat). Lantas, plastik apa saja yang tidak dapat didaur ulang? Berikut daftarnya seperti dikutip dari earth.org.

Baca: Mengurai sampah plastik dengan memanfaatkan katalis dan kelembapan udara

Polivinil klorida (PVC)
Polivinil klorida dan vinil tidak dapat didaur ulang karena klorin melepaskan bahan beracun dan larut dalam proses daur ulang.

Karena merupakan plastik yang lebih kuat dan tahan lama, PVC biasanya digunakan dalam plastik pembungkus, selang, dan sebagian besar botol sampo dan minyak goreng.

Polistirena (PS)
Yang paling dikenal sebagai Styrofoam, plastik polistirena adalah salah satu pencemar plastik terburuk.

Meskipun banyak perusahaan telah beralih ke plastik yang dapat terurai secara hayati, sebagian besar wadah dan kemasan makanan masih menggunakan polistirena, yang tidak dapat didaur ulang.

PS juga digunakan untuk insulasi, kacang pengemas, dan bahan berbusa apa pun. Jadi, sebaiknya hindari penggunaan produk apa pun yang terbuat dari polietilena.

Baca: Indonesia jadi pioner pengolahan sampah plastik dengan teknologi radiasi

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *