Dengan CopenPay, Kota Kopenhagen Wujudkan Pariwisata Berkelanjutan dan Ramah Lingkungan

Written by

in

7cloud.asia – Ketika dunia bergulat dengan tantangan perubahan iklim dan dampaknya pada pariwisata, kota Kopenhagen muncul sebagai pionir dalam pariwisata berkelanjutan dengan inisiatif inovatif: CopenPay.

Dalam beberapa tahun terakhir, kota-kota di Eropa yang berjuang melawan pariwisata yang berlebihan dengan menerapkan langkah-langkah dan pembatasan untuk mengurangi dampaknya.

Hal ini terjadi di Venesia, Italia di mana pemerintah setempat memberlakukan biaya masuk bagi wisatawan harian, dan Santorini, di mana jumlah tempat untuk kapal pesiar telah dibatasi hingga 8.000 penumpang per hari.

Ibu kota Denmark, Kopenhagen, telah mengambil pendekatan berbeda dengan mendorong wisatawan untuk melakukan aktivitas sadar lingkungan.

Ambisi kota Kopenhagen adalah mengubah narasi pariwisata dari beban lingkungan menjadi katalis perubahan positif lewat program CopenPay.

CopenPay ini berlangsung antara tanggal 15 Juli hingga 11 Agustus 2024, dan dirancang untuk memberi insentif pada perilaku ramah lingkungan di kalangan wisatawan.

Baca: Alasan mengapa kota Kopenhagen jadi langganan kota ramah lingkungan

CopenPay juga mengubah tindakan mereka menjadi penghargaan atas pengalaman budaya sekaligus mempromosikan lingkungan perkotaan yang lebih hijau.

Kota Kopenhagen yang berpenduduk 600.000 jiwa telah lama dikenal dengan komitmennya terhadap keberlanjutan, dengan tujuan menjadi ibu kota nol emisi pertama di dunia.

Inisiatif CopenPay hanyalah salah satu langkah yang dilakukan pemerintah Kopenhagen menuju arah ini.

CopenPay ini dikembangkan berdasarkan temuan laporan keberlanjutan dari kelompok riset pasar Kantar yang diterbitkan tahun lalu, yang menemukan kesenjangan yang signifikan antara keinginan masyarakat untuk bertindak secara berkelanjutan dan perilaku mereka yang sebenarnya.

Meskipun 82persen konsumen menyatakan keinginannya untuk menerapkan praktik yang lebih berkelanjutan, hanya 22persen yang mengindikasikan telah melakukan perubahan nyata dalam perilaku mereka.

Cara Kerja
CopenPay bertujuan untuk menjembatani kesenjangan ini dengan memberi penghargaan kepada wisatawan yang membuat pilihan ramah lingkungan selama mereka menginap.

Baca: Cara asyik berwisata secara ramah lingkungan

Pengunjung akan mendapatkan imbalan atas aktivitas seperti bersepeda, menggunakan transportasi umum, menjadi sukarelawan di pertanian perkotaan, atau ikut serta dalam pembersihan kanal dan taman.

Imbalannya bisa bervariasi, mulai dari makanan gratis dan tur museum berpemandu hingga mencicipi anggur dan persewaan kayak.

Diwawancarai Euronews Green, Mikkel Aarø-Hansen, Kepala Eksekutif Wonderful Copenhagen, organisasi pariwisata untuk Wilayah Ibu Kota Denmark, menjelaskan bahwa tujuannya bukan hanya untuk menghasilkan imbalan langsung.

CopenPay ini juga untuk menginspirasi perubahan pola pikir tentang pariwisata.

Idenya, ujarnya, bukan untuk meningkatkan pariwisata. Ini semua tentang bagaimana Anda berperilaku di destinasi saat Anda berada di sini dengan cara yang lebih berkelanjutan dan ramah iklim.

“Ini tentang mengubah cara kita bergerak, apa yang kita konsumsi, dan cara kita berinteraksi dengan penduduk setempat,” katanya.

Dengan menjadikan tindakan sadar lingkungan sebagai bentuk mata uang, CopenPay bertujuan untuk mengubah cara wisatawan berinteraksi dengan kota dan etos keberlanjutannya. (Sumber: earth.org)

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *