Percepat Penanganan Sampah di Dalam Kota, TPS Liar Ditutup Permanen

Written by

in

7cloud.asia – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta menutup sejumlah tempat pembuangan sementara atau TPS liar yang ada di sejumlah titik di Jakarta.

Langkah ini merupakan reaski cepat menangani penumpukan sampah di sejumlah titik di dalam kota pascalibur Lebaran, serta sebagai dampak dari insiden longsor di TPST Bantargebang.

Selain untuk memastikan kenyamanan warga tetap terjaga, penutupan TPS liar ini sekaligus menjadi wujud tanggung jawab Pemprov DKI Jakarta dalam memberikan pelayanan publik optimal.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Asep Kuswanto mengatakan insiden longsor beberapa waktu lalu berdampak pada penyesuaian operasional pengangkutan sampah menuju TPST Bantargebang.

Salah satunya, DLH menerapkan pengaturan waktu pengangkutan (shifting) guna mencegah antrean truk dan kepadatan di area maupun akses menuju lokasi.

“Pascalebaran dan adanya kejadian longsor di TPST Bantargebang beberapa waktu lalu, terjadi penumpukan sampah di beberapa titik di dalam kota. Kami tidak menutup-nutupi kondisi ini dan menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang terjadi,” ujar Asep, dalam keterangan resminya kepada media, Kamis (2/4/2026).

Baca: Emplasemen sampah di Pesanggrahan, Jakarta Selatan resmi ditutup

Asep menegaskan, DLH tidak melakukan pembatasan kuota pengiriman sampah, melainkan mengoptimalkan proses distribusi melalui pengaturan sistem kerja dan shift pengangkutan truk sampah yang lebih terukur.

Saat ini, pengangkutan sampah dibagi menjadi tiga shift setiap hari agar alur pengiriman lebih lancar dan antrean kendaraan dapat diminimalkan.

Dengan pola tersebut, DLH memastikan waktu tunggu (dwelling time) truk sampah tetap terkendali, yakni tidak melebihi tiga jam.

Selain menjaga efisiensi operasional, langkah ini juga menjadi bagian dari upaya melindungi keselamatan dan kesehatan para pengemudi.

“Kami ingin memastikan para sopir bekerja dalam kondisi aman dan teratur, sekaligus menjaga kelancaran operasional pengangkutan sampah,” tambahnya.

Seiring dengan percepatan pengangkutan, DLH juga melakukan penanganan intensif di sejumlah titik yang sebelumnya mengalami penumpukan. Di TPS Kali Anyar, proses pengosongan telah rampung dan kondisi lokasi kini sudah bersih.

Baca: Bencana di TPST Bantargebang jadi alarm serius dalam pengelolaan sampah di Jakarta

Sementara itu, TPS Rawadas yang merupakan TPS liar telah ditutup secara permanen melalui kolaborasi bersama pihak kecamatan, kelurahan, serta Satpol PP di kawasan TPU Pondok Kopi.

Hingga Rabu (1/4/2026) malam, lokasi tersebut telah sepenuhnya bersih dari sampah.

Penanganan juga tengah berlangsung di TPS Kencana yang berada di bawah ruas Jalan Tol Wiyoto Wiyono (Tol Tanjung Priok).

Setelah proses pengosongan selesai, lokasi ini akan ditutup permanen dengan pemasangan pagar besi serta penguatan pengawasan melalui posko bersama yang melibatkan Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK), Satpol PP, dan unsur kepolisian.

DLH menargetkan, dalam pekan ini operasional pengangkutan sampah ke TPST Bantargebang dapat kembali normal.

Sisa sampah pascaarus balik Lebaran juga diupayakan segera tertangani dan didistribusikan ke fasilitas pengolahan, termasuk TPST Bantargebang dan RDF Plant.

“Kami berkomitmen mempercepat penanganan sampah di dalam kota agar tidak menimbulkan ketidaknyamanan bagi warga. Seluruh jajaran DLH terus bekerja maksimal agar kondisi segera pulih dan pelayanan pengangkutan sampah tetap berjalan optimal,” pungkas Asep.

Baca: Pembangunan PLTSa bakal kurangi beban TPST Bantargebang

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *