7cloud.asia – Program Lingkungan PBB (UNEP) mengingatkan, jika tak ada perjanjian internasional yang disepakati bersama, sampah plastik diproyeksikan akan meningkat tiga kali lipat pada tahun 2060.
Ledakan sampah plastik ini akan menyebabkan kerusakan yang signifikan, baik pada lingkungan maupun terhadap kesehatan manusia.
UNEP telah memfasilitasi perundingan internasional terkait penanganan sampah plastik, yang dihelat di Jenewa, Swiss pada 5 hingga 14 Agustus 2025. Perundingan ini merupakan lanjutan dari serangkaian perundingan yang dimulai pada tahun 2022.
Saat itu, negara-negara anggota sepakat untuk mengembangkan instrumen internasional yang mengikat guna mengakhiri krisis polusi plastik, dalam waktu tiga tahun atau harus terealisasi tahun 2025
“Mendaur ulang bukanlah jalan keluar dari krisis polusi plastik: Dunia membutuhkan transformasi sistemik untuk mencapai transisi menuju ekonomi sirkular,” tegas Direktur Eksekutif UNEP, Inger Andersen saat membuka perundingan plastik tersebut.
Menurut draft yang digunakan untuk memandu perundingan Komite Negosiasi Antarpemerintah (INC) Jenewa tersebut, tujuan kesepakatan ini mencakup pengaturan seluruh siklus hidup plastik, mulai dari desain hingga produksi dan pembuangan.
Baca: INC Jenewa diharapkan mampu mengerem produksi plastik global
“Untuk mendorong sirkularitas plastik dan mencegah kebocoran plastik ke lingkungan,” demikian dikutip un.org.
Draft setebal 22 halaman ini berisi 32 draf pasal yang membahas secara rinci pengelolaan siklus plastik global. Teks ini dirancang untuk membentuk instrumen masa depan dan akan berfungsi sebagai titik awal negosiasi.
Delegasi dari 179 negara akan mempelajari teks tersebut bersama lebih dari 1.900 peserta lain dari 618 organisasi pengamat termasuk ilmuwan, pemerhati lingkungan, dan perwakilan industri.
Tujuan utama pertemuan ini adalah untuk mencapai kesepakatan akhir mengenai pembatasan produksi plastik dunia. Tujuan yang lebih luas adalah untuk memperkuat cara-cara yang telah teruji dan terbukti untuk mengurangi polusi plastik di seluruh dunia.
Menjelang perundingan di Jenewa, jurnal medis ternama The Lancet menerbitkan peringatan bahwa bahan-bahan yang digunakan dalam plastik menyebabkan penyakit yang luas “di setiap tahap siklus hidup plastik dan di setiap tahap kehidupan manusia”.
Mengutip puluhan pakar kesehatan dari seluruh dunia, laporan itu menyebut bayi dan anak-anak sangat rentanvterhadap polusi plastik.
Baca: Perjalanan panjang menuju lahirnya perjanjian plastik global
“Plastik merupakan bahaya yang serius, terus berkembang, dan kurang disadari bagi kesehatan manusia dan planet ini” dan bertanggung jawab atas kerugian ekonomi terkait kesehatan yang melebihi 1,5 triliun dolar per tahun,” catat jurnal tersebut.
Perundingan plastik di Jenewa ini dipimpin adalah Jyoti Mathur-Filipp, Sekretaris Eksekutif Komite Negosiasi Antarpemerintah (atau INC) tentang Polusi Plastik, dan Kepala Sekretariat INC.
“Pada tahun 2024 saja, umat manusia diproyeksikan akan mengonsumsi lebih dari 500 juta ton plastik. Dari jumlah tersebut, 399 juta ton akan menjadi sampah,” ujarnya.
Prakiraan terbaru menunjukkan bahwa kebocoran plastik ke lingkungan akan meningkat 50 persen pada tahun 2040.
“Biaya kerusakan akibat polusi plastik dapat meningkat hingga mencapai 281 triliun dolar kumulatif antara tahun 2016 dan 2040,” ujarnya.
Baca: Daur ulang tak akan mampu mengatasi ledakan polusi plastik global

Leave a Reply